ACINTYAÇÛNYATÂ SPELEOLOGICAL CLUB

Sunyi, sepi, gelap abadi


3 Comments

Analisa Risiko Penelusuran Gua dalam Kasus Banjir Permukaan

Oleh : Thomas Suryono – Acintyacunyata Spelological Club Yogyakarta – 2013

            Kegiatan penelusuran gua makin marak di Indonesia. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh para penggiat yang notabene menelusuri gua-gua dengan bekal  ketrampilan dan pengetahuan khusus, tapi juga makin banyak di gemari wisatawan umum karena dibukanya banyak obyek wisata penelusuran gua.  Apapun bentuk guanya dan siapapun pelaku kegiatan, penelusuran gua tetap mempunyai risiko. Gua tetap merupakan sebuah lingkungan yang  tertutup, dengan cahaya yang sangat minim jika tidak bisa disebut zero, mempunyai “micro climate” sendiri, medan yang sangat bervariasi baik horisontal, vertikal, berair, merayap, merunduk, memanjat dan masih banyak lagi.

            Ada satu hal yang perlu dipahami oleh para penggiat kegiatan ini, selain bahaya didalam gua, risiko kegiatan ini juga memiliki ancaman karena pengaruh lingkungan permukaannya. Gua yang ditelusuri pada umumnya berada di daerah karst, yaitu daerah yang tersusun dari batuan kapur, yang sudah mengalami proses pelarutan sehingga membentuk sebuah bentang alam baik permukaan maupun dibawah permukaan yang spesifik. Dapat  mudah dipahami bahwa proses terbentuknya gua sangat tergantung dengan aktifitas hidrologi, dibumi ini aktifitas hdrologi  terekam dalam sebuah siklus Hidrologi. Continue Reading →


Leave a comment

ETIKA DAN MORAL PENELUSURAN GUA

BUKAN HANYA TIGA KALIMAT!!!

I.    Etika dan moral penelusur gua secara umum dapat di bagi atas 3, yakni :

1. etika dan moral terhadap diri sendiri (penelusur)

2. etika dan moral terhadap orang lain (sesama penelusur)

3. etika dan moral terhadap lingkungan (alam/gua)

=================================================================

 1. Etika Dan Moral Terhadap Diri Sendiri

a.   Setiap penelusur gua menyadari bahwa kegiatan speleologi, baik dari segi olahraga/segi ilmiahnya bukan usaha untuk di pertontonkan atau tidak butuh penonton Continue Reading →


6 Comments

BAHAYA PENELUSURAN GUA

SAFETY FIRST, NO TOLERANCE, ZERO ACCIDENT !!!

Setiap kegiatan di alam terbuka selalu memiliki resiko terjadi kecelakaan. Sebenarnya kasus kecelakaan di kegiatan alam terbuka relatif kecil, akan tetapi setiap terjadi suatu kecelakaan selalu di ekspose secara besar – besaran sehingga banyak pihak yang menganggap bahwa kegiatan alam terbuka resikonya jauh lebih besar. Padahal kalau kita membaca surat kabar setiap hari selalu terjadi kecelakaan di jalan raya, tetapi orang menganggap bahwa naik motor atau mobil jauh lebih aman daripada melakukan kegiatan petualangan di alam terbuka.

Pada dasarnya pada semua kegiatan alam terbuka bahaya kegiatan ini selalu terbagi dalam dua jenis, yaitu bahaya dari pelaku kegiatan dan bahaya yang berasal dari lingkungan atau alam. Bahaya dari segi pelaku kegiatan sebenarnya dapat diminimalkan sekecil mungkin dengan melakukan persiapan pengetahuan, fisik, teknis dan non teknis. Sedangkan bahaya dari segi lingkungan untuk sebagian orang tidak dapat diperhitungkan, misalnya faktor cuaca, tetapi untuk kegiatan speleologi dan penelusuran Goa semua faktor  masih dapat diperhitungkan, sehingga yang paling berperan adalah faktor human error / kesalahan dari pihak manusia sebagai pelaku kegiatan. Continue Reading →


2 Comments

Compass Cave Data – Membuat Jaringan Sistem Perguaan

Compass Cave Data adalah satu dari sekian banyak software yang bisa mengolah data pemetaan gua. Compass memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan software sejenis. Meskpun freeware, Compass memiliki banyak fasilitas yang dapat mengolah dan menyajikan data survei gua dengan baik.

Dalam contoh disini, kita akan membuat sebuah jaringan sistem perguaan. Hal ini sangat bermanfaat sekali jika kita melakukan eksplorasi pada suatu wilayah dengan jumlah gua yang cukup banyak, atau gua yang memiliki hubungan dengan gua yang lain. Kita juga bisa menampilkan data gua di Google earth, sehingga kita bisa mengetahui morfologi dari gua yang sudah kita eksplorasi (Hal ini sangat-sangat-sangat bermanfaaat untuk kita menganalisis hubungan antara morfologi dengan bentukan lorong gua)

Sebelum kita memulai, ada beberapa hal yg perlu diperhatikan dan dipastikan :

1. Pastikan data gua atau spot tertentu memiliki koordinat

2. Install Compass dan Google Earth

3. Selamat mencoba dan mari berkarya

Data – Terimakasih banyak untuk Tim Eksplorasi Bersama 7 Arisan Caving Yogyakarta

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.